Penyebab Gagal Ginjal Kronis Adalah Sebagai Berikut Kecuali

Penyebab Gagal Ginjal Kronis Adalah Sebagai Berikut Kecuali – Apakah Anda sering mudah lelah, atau tiba-tiba merasa tertekan dan ingin menurunkan berat badan, atau merasa pusing dan sulit buang air kecil, atau ada perubahan frekuensi dan jumlah buang air kecil di siang hari? Berhati-hatilah dan konsultasikan ke dokter sesegera mungkin karena ginjal Anda mungkin rusak dan memerlukan pengobatan tambahan.

Ginjal merupakan salah satu organ yang terletak di punggung bawah dada tubuh manusia. Ginjal merupakan kacang merah yang berukuran sekitar 10-13 cm atau sebesar cangkir. Ginjal terdiri dari dua organ yaitu ginjal kiri dan ginjal kanan yang berfungsi sebagai alat ekskresi. Alat ekskresi adalah alat yang berfungsi menyaring zat sisa dan cairan tubuh untuk membuang sisa tubuh dan zat lain yang tidak berguna.

Penyebab Gagal Ginjal Kronis Adalah Sebagai Berikut Kecuali

Penyebab Gagal Ginjal Kronis Adalah Sebagai Berikut Kecuali

Pada tubuh manusia normal, ginjal mampu menyaring 120-150 liter darah per hari. Ginjal akan mengeluarkan urea dari darah. Kemampuan ginjal menyaring urea dalam satu menit disebut laju filtrasi glomerulus (GFR). Untuk pria berusia 20-29 tahun, 117 ml urea disaring per menit, dan 91 ml urea per menit untuk wanita pada usia yang sama. Seiring bertambahnya usia, kemampuan ginjal untuk mengeluarkan urea dari darah menurun. Umumnya, pada pria berusia 50 – 59 tahun, ginjal yang berfungsi baik dapat menyaring 88 ml urea per menit, dan pada wanita pada usia yang sama, ginjal dapat menyaring 74 ml urea per menit.

Komplikasi Asam Urat Yang Muncul Jika Tak Diatasi, Termasuk Batu Ginjal

Jika fungsi ginjal seseorang menurun dan nilai GFR di bawah 60 ml selama tiga bulan berturut-turut, orang tersebut mungkin menderita penyakit ginjal (CKD). Karena urea tidak disaring dengan baik, urin manusia mengandung protein yang dibutuhkan tubuh. Penyakit ginjal kronik mempunyai 5 stadium (dimulai dengan kerusakan ginjal dan sedikit peningkatan atau penurunan GFR, gagal ginjal) dan tidak dapat disembuhkan. Untuk mencegah berkembangnya penyakit, pengobatan dan perlindungan dilakukan setiap saat.

Penyakit ginjal kronis memiliki sejumlah gejala yang seringkali tidak terdiagnosis tanpa pemeriksaan laboratorium. Gejala-gejala tersebut seringkali dianggap ringan karena gejala tidak muncul pada tahap awal penyakit ginjal kronis. Gejalanya seperti mual, ingin muntah, mudah lelah, sering sesak napas, sering pusing dan sulit konsentrasi, perubahan frekuensi buang air kecil secara tiba-tiba (bisa lebih atau kurang), disertai nyeri saat buang air kecil. , dan sakit punggung Kelelahan adalah salah satu gejala awal penyakit ginjal kronis. Jika tidak diikuti maka penyakit lain seperti gagal jantung, penyakit tulang, gangguan makan, gangguan sistem saraf, kelainan darah hingga kematian akan terjadi dengan sendirinya.

Penderita penyakit ginjal memerlukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk mencegah kerusakan ginjal. Sangat penting untuk mengubah pola makan dengan mengurangi protein namun tidak mengabaikan makanan lain dan mengubah pola konsumsi air agar tidak terjadi kelebihan air dalam tubuh. Anda juga harus memperhatikan obat-obatan karena obat lain, seperti kotrimoksazol, sefalosporin, aminoglikosida, tetrasiklin, rifampisin, obat pereda nyeri, dan obat antijamur, akan memperburuk keadaan dan mengganggu fungsi ginjal. Anda juga perlu berhati-hati dalam mengonsumsi obat, karena tidak semua obat dapat membahayakan fungsi ginjal. Disarankan agar pasien berkonsultasi dengan dokter spesialis agar obat ini dapat digunakan dengan baik. Penderita penyakit ginjal kronis harus siap menerima pengobatan ginjal, seperti cuci darah atau transplantasi ginjal.

Penyakit ginjal dapat dicegah dengan menjalani pola hidup sehat. Pertimbangkan makan makanan yang sehat, berolahraga secara teratur, minum banyak air ketika Anda haus, dan memantau tekanan darah, kolesterol, dan gula darah adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan. Orang yang berusia di atas 50 tahun juga disarankan untuk memeriksakan urin, darah, dan GFR (laju filtrasi glomerulus) setahun sekali.

Asuhan Keperawatan Gagal Ginjal Kronis

Penyakit ginjal kronis tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah dengan menjaga pola makan, rutin berolahraga, banyak minum air putih, dan menjaga kesehatan tubuh. Jangan abaikan gejala ringan, seperti pusing, sakit kepala, serta perubahan frekuensi dan jumlah urin, karena bisa jadi merupakan tanda penyakit ginjal serius. Jika Anda merasa ada yang tidak beres dengan tubuh Anda, segera konsultasikan ke dokter.

Pendaftaran online Pendaftaran online diterima bagi pasien yang sudah masuk rumah sakit (dengan nomor rumah sakit yang ada) (AKI) dan gagal ginjal (dalam waktu 48 jam). Penurunan fungsional ini dinilai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (GFR) dan peningkatan kreatinin serum, penurunan produksi urin dan kebutuhan dukungan ginjal. Data epidemiologi berbeda-beda menurut wilayah dan populasi. Diperkirakan lebih dari 5.000 orang dari 1 juta orang menderita penyakit ginjal parah yang memerlukan cuci darah. Jumlah kasusnya tinggi di negara-negara miskin.

) karena iskemia ginjal, sepsis, atau obat nefrotoksik. Saat ini, di daerah pedesaan, MMR lebih banyak terjadi di daerah (

Penyebab Gagal Ginjal Kronis Adalah Sebagai Berikut Kecuali

Gejala AKI berhubungan dengan penurunan GFR dan penurunan fungsi ginjal seperti filtrasi darah, pembuangan metabolit toksik, kelebihan elektrolit, dan sintesis eritropoietin. Gejala AKI meliputi:

Apa Saja Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronis (pgk)?

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan AKI. Pasien mungkin memiliki etiologi tunggal atau gabungan. Secara etiologi, OPP dibagi menjadi tiga kelompok:

Meski AKI merupakan masalah serius, ada beberapa faktor yang bisa Anda pertimbangkan sebagai faktor risiko. Faktor risiko AKI meliputi:

AKI bersifat kompleks, beragam, dan tingkat keparahannya bervariasi. Penurunan GFR akan meningkatkan jumlah sisa metabolisme dalam tubuh, serta mengganggu keseimbangan cairan, elektrolit, dan asam basa. Hal ini akan menyebabkan penurunan sintesis dan metabolisme oksigen dalam darah. Meskipun tubuh dapat melakukan perubahan fisik seperti peningkatan tekanan darah, namun pada titik tertentu perubahan tersebut tidak dapat dibatalkan. Akibatnya terjadi kerusakan pada endotel pembuluh darah dan terjadi peradangan. Selain itu, kekurangan oksigen menyebabkan penurunan cadangan ATP sebagai energi sel, yang menyebabkan kematian sel (nekrosis atau apoptosis). Bagian nefron yang paling terkena dampaknya adalah tubulus proksimal. Kerusakan ini akan menyebabkan pelepasan sitokin, leukosit sehingga menimbulkan peradangan dan stres oksidatif sehingga menimbulkan lingkaran setan yang menyebabkan kerusakan, kehancuran dan kematian sel.

Pada AKI, penting untuk mengenali sifat penyakitnya, terutama komplikasi yang dapat menyebabkannya, seperti sepsis, keracunan, atau riwayat operasi. Semua faktor risiko harus dievaluasi, termasuk pemeriksaan fungsi ginjal dalam 3 bulan terakhir untuk memprediksi kemungkinan AKI dan mempertimbangkan fungsi ginjal di masa lalu. Dokter harus menyikapi kondisi pasien dengan hati-hati, karena tidak semua kasus AKI ditemukan di unit perawatan intensif.

Mengenal Anatomi Ginjal, Mulai Dari Bagian Hingga Fungsi

Diagnosis AKI didasarkan pada kadar kreatinin serum dan konsentrasi urin. Oleh karena itu, kedua hal ini harus dikaji secara cermat. Tes diagnostik yang digunakan untuk mendiagnosis AKI meliputi:

Meskipun tidak spesifik atau spesifik untuk AKI, tes ini sering dilakukan dalam kondisi klinis. Kreatinin serum tidak secara akurat mencerminkan GFR karena kadarnya biasanya stabil sampai terjadi kehilangan jaringan. Namun, penurunan GFR sebesar 50% saja dapat menurunkan kadar kreatinin serum secara signifikan. Konsentrasi urin sensitif tetapi tidak akurat dalam mendiagnosis AKI. Pada beberapa kasus AKI, pasien mengalami poliuria karena fungsi ginjal berkemih terganggu.

Urinalisis sangat penting dalam menentukan etiologi AKI. Hematuria, jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih, jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih, proteinuria, glukosa dan ortolidin (penanda mioglobin yang memantau rhabdomyolysis) ).

Penyebab Gagal Ginjal Kronis Adalah Sebagai Berikut Kecuali

(BUN) versus sCr. BUN, seperti kreatinin serum, tidak mewakili GFR secara akurat. Namun, kedua faktor ini dapat membedakan antara AKI ginjal dan non-ginjal. Nilai normal BUN:sCr adalah 20:1. AKI prerenal biasanya memiliki rasio >20:1, sedangkan AKI ginjal memiliki rasio <10:1.

Gagal Ginjal? Berikut Tips Menghindarinya

Metode yang paling umum digunakan adalah USG ginjal. Ultrasonografi sering dilakukan pada pasien lanjut usia untuk menyingkirkan penyebab pascarenal. Jika tes urodinamik menunjukkan volume sisa urin lebih dari 100 ml, kemungkinan besar penyebab AKI adalah penyakit pasca ginjal. Jika terjadi penyumbatan seperti hidronefrosis, USG juga dapat digunakan untuk mengevaluasi komplikasi. Jika dugaan gagal ginjal tidak dapat dideteksi dengan USG, seperti halnya banyak tumor, gambar radiologi lain seperti CT atau MRI dapat dilakukan.

Biopsi jarang dilakukan karena meningkatkan risiko komplikasi. Selain itu, pasien AKI seringkali lebih sakit. Namun, pada pasien yang terdiagnosis AKI ginjal dan penyebab pastinya tidak diketahui, diperlukan biopsi untuk mengetahui bagian ginjal yang terkena: glomerulus, tubulus, atau interstitium.

AKI harus segera diobati. Apa pun penyebabnya, ketika pasien didiagnosis menderita AKI, perawatan suportif harus diberikan sesegera mungkin. Tujuan pengobatan adalah untuk meningkatkan keluaran ginjal dengan memulihkan dan menjaga stabilitas hemodinamik. Pengukuran tekanan vena pada pasien dapat mengetahui ada tidaknya penurunan volume intravaskular.

Penurunan volume arteri yang signifikan memerlukan rehidrasi (infus). Air yang dipilih dengan baik adalah larutan isotonik. Tujuan pemberian infus adalah untuk menjaga tekanan darah 65 mmHg. Vasopresor sering digunakan untuk mencapai hal ini. Jika pasien mempunyai gangguan jantung, dapat diberikan diuretik dan obat inotropik (yang meningkatkan denyut jantung). Diuretik diresepkan hanya jika ada kelebihan cairan.

Lp Gagal Ginjal Kronik (ckd) Rs Mataher

Ketidakseimbangan elektrolit harus diperhatikan. Ini termasuk hiperkalemia, hiperfosfatemia, hipermagnesemia, hiponatremia, hipernatremia, atau asidosis metabolik. Hiperkalemia dapat diobati dengan insulin, tergantung tingkat keparahannya. Pada hiperkalemia berat (> 6,5 mmol/L atau < 6 mEq/L dengan gelombang T tinggi pada EKG), dapat diberikan 5-10 unit insulin dengan dekstrosa 50%. Natrium polistiren sulfonat dan diuretik juga dapat diberikan untuk menurunkan kadar kalium. Risiko aritmia dapat dikurangi dengan kalsium glukonat.

Leave a Comment