Dampak Negatif Pertambangan Terhadap Lingkungan

Dampak Negatif Pertambangan Terhadap Lingkungan – Kalimantan, pulau terbesar di Indonesia, telah menjadi pusat banyak operasi pertambangan dalam beberapa dekade terakhir. Aktivitas penambangan yang luas dan tidak terkendali telah mengakibatkan pencemaran lingkungan dan rusaknya sumber daya alam dan sekitarnya. Artikel ini akan membahas kerusakan lingkungan akibat pertambangan di California

1. Polusi Udara: Dampak pertambangan dan polusi udara yang paling terlihat Aktivitas penambangan batu bara dan emisi dari mobil dan mesin yang digunakan untuk menghasilkan gas beracun seperti sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan partikel debu berbahaya. Pencemaran udara ini dapat menyebabkan penyakit pernafasan, infeksi pernafasan dan kematian pada manusia dan hewan. Polusi udara juga dapat merusak vegetasi dan hutan, menurunkan kualitas tanah dan mengganggu ekosistem.

Dampak Negatif Pertambangan Terhadap Lingkungan

Dampak Negatif Pertambangan Terhadap Lingkungan

2. Pencemaran Air: Penambangan juga menyebabkan pencemaran air Pembuangan limbah pertambangan yang tidak terkendali dan penggunaan bahan kimia seperti merkuri dan sianida dalam pengolahan logam dapat mencemari sungai dan sumber air permukaan. Pencemaran ini dapat merusak ekosistem perairan, meracuni ikan dan biota perairan lainnya, serta membahayakan kesehatan masyarakat yang memanfaatkan air tersebut untuk minum dan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, pencemaran air juga mengganggu pertanian, merusak habitat perairan, dan mengurangi ketersediaan air bersih bagi masyarakat setempat.

Penambangan Pasir Dan Kontribusinya Terhadap Pembangunan Infrastruktur

3. Deforestasi: Penambangan di Kalimantan juga mengakibatkan deforestasi secara besar-besaran, dimana hutan yang merupakan rumah bagi berbagai tumbuhan dan hewan telah dirusak oleh penambangan. Penebangan pohon juga berkontribusi terhadap perubahan iklim global dengan melepaskan karbon yang tersimpan di pohon ke atmosfer.

4. Kerusakan lingkungan: Keanekaragaman hayati di Kalimantan telah rusak parah akibat aktivitas pertambangan. Polusi, penggundulan hutan dan hilangnya habitat mengancam kehidupan banyak spesies hewan dan tumbuhan, termasuk spesies yang terancam punah. Ketika organisme terganggu, interaksi antar spesies terganggu, rantai makanan terganggu, dan ekosistem terganggu.

5. Dampak sosial: Kegiatan pertambangan tidak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga wilayah pedesaan. Selain itu, penambang yang bekerja di lingkungan berbahaya dan tidak sehat sering kali menghadapi masalah kesehatan dan keselamatan. Pengaruh budaya inilah yang menimbulkan ketidakadilan dan konflik antar manusia

Kerusakan lingkungan akibat pertambangan di Kalimantan merupakan permasalahan serius yang memerlukan perhatian segera. Penting bagi pemerintah, perusahaan pertambangan dan masyarakat untuk bersama-sama menggunakan pertambangan ramah lingkungan, menjamin perlindungan hutan yang tersisa dan mengurangi dampak negatif terhadap masyarakat. . Langkah-langkah seperti teknologi ramah lingkungan, pengelolaan limbah yang baik, perlindungan hutan dan kompensasi yang adil kepada masyarakat lokal dapat membantu mengurangi dampak lingkungan dari pertambangan di Kalimantan.

Makna “green Mining” Bagi Kami

Selain permasalahan yang mereka hadapi akibat pertambangan di Kalimantan, penggalian dan pembalakan liar juga menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius dan sering menyebabkan banjir di wilayah tersebut. Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

1. Hilangnya sumber air: Hutan di Kalimantan berperan penting dalam menampung air hujan dan mengurangi aliran air di sungai. Namun akibat penggalian dan pembalakan liar, luas hutan semakin berkurang sehingga kemampuan alami hutan dalam menyerap dan menyimpan air berkurang sehingga menyebabkan air hujan mengalir ke sungai lebih cepat. Hal ini meningkatkan risiko banjir saat hujan lebat karena air banjir tidak dapat diserap oleh hutan.

2. Erosi dan sedimentasi tanah: Erosi tanah dapat terjadi akibat penggalian dan pembalakan liar. Ketika lapisan tanah atas pelindung terganggu, air hujan mengalir deras ke lahan terbuka dan membawa tanah longsor dan lumpur ke sungai. Lumpur ini dapat menyumbat aliran sungai, menurunkan permukaan air dan menyebabkan banjir. Ketika hujan lebat terjadi, banjir terjadi, membanjiri desa dan ladang, merusak infrastruktur dan merugikan masyarakat setempat.

Dampak Negatif Pertambangan Terhadap Lingkungan

3. Peningkatan drainase sungai: Penggundulan hutan dan penggalian serta pembalakan liar juga mempengaruhi drainase sungai. Ketika hutan pelindung sungai ditebang, maka air hujan langsung mengalir ke sungai tanpa ada halangan apapun, hal ini menyebabkan air sungai naik secara tiba-tiba yang dapat mengakibatkan sungai meluap dan banjir yang tidak terkendali. Banyaknya air yang masuk ke sungai sangat berbahaya dan dapat menyebabkan banjir bandang

Pdf) Pengelolaan Lingkungan Pertambangan (bab 1 Dari 22 Bab)

4. Hilangnya habitat satwa: Penggalian dan pembalakan liar juga berdampak pada hilangnya habitat, sebagian besar satwa yang hidup di hutan Kalimantan terancam punah akibat hilangnya habitat. Selain itu, penggundulan hutan juga membatasi jalur migrasi hewan dan mengurangi ketersediaan makanan alaminya.

Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan banjir akibat penggalian dan penebangan kayu di Kalimantan:

1. Pengelolaan yang baik: Perusahaan pertambangan harus menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan, termasuk perlindungan hutan dan sumber daya alam serta pengelolaan limbah.

2. Penghijauan dan reboisasi: Penerapan program penebangan dan penggundulan hutan untuk memulihkan hutan yang hilang. Ini membantu meningkatkan retensi air, mencegah erosi tanah dan menjaga stabilitas hidrologi.

Legal Atau Ilegal, Tambang Batu Bara Menghancurkan Kaltim

3. Pencegahan erosi tanah: Menggunakan praktik tanah yang baik, seperti melindungi tanaman di dekat lokasi penambangan dan area yang rusak, mengurangi erosi tanah dan banjir pasir di sungai.

4. Pendidikan dan kesadaran masyarakat: Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan menerapkan praktik berkelanjutan. Melibatkan masyarakat lokal dalam proyek restorasi lingkungan dan mendorong partisipasi mereka dalam perlindungan lingkungan.

Dengan langkah-langkah ini, kami berharap dapat mengurangi dampak negatif penambangan batu dan penebangan kayu di Kalimantan dan pada akhirnya mengurangi risiko sering terjadinya banjir.

Dampak Negatif Pertambangan Terhadap Lingkungan

Contoh sungai di Kalimantan yang tercemar akibat aktivitas pertambangan adalah Sungai Mahakam.Sungai Mahakam merupakan salah satu sungai besar di Kalimantan Timur yang mengalir melalui area pertambangan batu bara yang luas.

Dampak Pertambangan Terhadap Ekosistem Dan Cara Mengatasinya

Penambangan batu bara di sekitar Sungai Mahakam telah menyebabkan pencemaran air. Ada beberapa penyebab kerusakan sungai:

1. Pembuangan Limbah Tambang: Limbah yang dihasilkan dari penambangan batu bara, seperti sungai dan air asam tambang, sering kali dibuang langsung ke sungai tanpa pengolahan yang tepat. Limbah tersebut mengandung racun dan bahan kimia yang dapat membahayakan air sungai dan merusak ekosistem perairan.

2. Erosi Tanah: Kegiatan penambangan yang melibatkan penggalian dan pemindahan tanah dalam jumlah besar juga menyebabkan erosi tanah. Saat hujan, tanah hanyut ke sungai oleh air banjir sehingga air menjadi keruh dan kualitasnya menurun.

3. Emisi Gas Beracun: Kendaraan, mesin dan peralatan yang digunakan di pertambangan batubara mengeluarkan gas beracun seperti sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2). Gas-gas tersebut jika larut dalam air hujan dapat membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang dapat menurunkan pH air sungai dan membahayakan organisme yang ada di dalamnya.

Pemerintah Terus Selaraskan Pengelolaan Lingkungan Dengan Kegiatan Pertambangan

Akibat pencemaran tersebut, permukaan air sungai Mahakam mengalami penurunan, airnya keruh dan tidak dapat digunakan untuk minum, pertanian, atau kebutuhan sehari-hari masyarakat. Polusi juga mempunyai dampak yang signifikan terhadap kehidupan akuatik, menghancurkan habitat ikan dan kehidupan akuatik lainnya serta mengganggu kehidupan sungai dan spesies lainnya.

Pemerintah dan mitranya telah berupaya mengurangi kerusakan Sungai Mahakam dengan memantau aktivitas penambangan, mengelola limbah, dan menegakkan peraturan lingkungan yang ketat. Namun demikian, upaya yang berkesinambungan dan berkesinambungan juga diperlukan untuk memulihkan air Sungai Mahakam dan menjaga lingkungannya dari dampak buruk pertambangan (AI).

, MARTPURA – Ketua DRDA Kabupaten Banjar H. Muhammad Rofiq mengkritisi pembukaan kewenangan di wilayahnya yang dilakukan warga kota Martapura menjelang bulan Ramadhan […]

Dampak Negatif Pertambangan Terhadap Lingkungan

, Martpura – DRP Kabupaten Banjar mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Banjar telah melanggar hukum dan kebijakan dengan mengabaikan penyelenggaraan DRDA tanpa menyetujui Sekretaris Wan yang baru. […]

Pemanfaatan Tambang Kapur Di Jember: Kerugian Lingkungan Pada Tata Irigasi Sekunder, Dan Krisis Pangan Di Sekitar Tambang

, Martapura – Pengunjung TPS selisih 5 suara antara wakil Partai Nasdem di Daerah Pemilihan 4 Kabupaten Banjar tersebar seperti […]

, Martapura – Selisih 5 suara antar calon Partai Nasdaq di Daerah Pemilihan 4 Kabupaten Banjar menambah pertanyaan, Shakti […]

, Martapura – Satuan Narkoba Polres Banjar mengeluarkan keterangan terkait pemusnahan barang bukti 1,3 kg sabu di Mapolres Banjar pada Jumat (22/3/2024) […]

, Banjaru – Pasokan air bersih untuk sementara dihentikan. PT Intan Banjar Air Minum (Persorada) Banjarbaru telah melepas 11 wilayah kota yang saat ini terdampak. […]

Menggali Kekayaan Bumi Dengan Bijak: Konservasi Sumber Daya Air Dalam Pertambangan Ramah Lingkungan

, MARTAPUR – Selama seminggu lebih di bulan Ramadhan 1445 Hijriah, Kepolisian Resor (Poler) Banjar telah membagikan ratusan Takzil kepada masyarakat atau pengguna jalan yang […]

, Banjaru – Pengusaha asal Kota Banjarbaru, Yuji (42), mengabarkan kepada istrinya NS bahwa ia mencurigai istrinya berselingkuh dengan F.K. Permasalahan manusia karena dapat menimbulkan kerusakan serius terhadap lingkungan. Contohnya adalah pembuangan limbah pertambangan ke laut yang dikenal dengan istilah pembuangan tailing bawah laut (STD) yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan tanpa mengolah air limbahnya terlebih dahulu. PMS yang dibuang ke lautan seringkali miskin oksigen karena air laut memiliki kandungan oksigen yang rendah, sehingga dapat menjadi racun bagi kehidupan akuatik.

Juga kehilangan air

Dampak Negatif Pertambangan Terhadap Lingkungan

Dampak negatif deterjen terhadap lingkungan, dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan, dampak negatif terhadap lingkungan, dampak negatif teknologi terhadap lingkungan, dampak negatif sampah terhadap lingkungan, dampak positif dan negatif aktivitas manusia terhadap lingkungan alam, dampak negatif globalisasi terhadap lingkungan, dampak negatif pertambangan, dampak pertambangan emas terhadap lingkungan, dampak negatif globalisasi terhadap lingkungan hidup, dampak negatif penggunaan deterjen terhadap lingkungan, dampak negatif industri terhadap lingkungan

Leave a Comment