Bimbingan Konseling Menurut Para Ahli

Bimbingan Konseling Menurut Para Ahli – PENGUMUMAN PENTING (GMT) Pemeliharaan server dijadwalkan pada hari Minggu, 26 Juni mulai pukul 02.00 hingga 08.00. Situs akan dinonaktifkan pada waktu yang ditentukan!

——————-Konseling Pemimpin ——————– dengan orang lain. Kepribadian tersebut didukung oleh kondisi struktural psiko-fisik, seperti struktur dan kondisi fisik, penampilan, aspek hormonal, kognitif, dan emosional yang saling berhubungan dan efektif, sehingga menentukan kualitas tindakan atau perilaku manusia dalam berinteraksi. bersama dengan lingkungan. Ada beberapa teori kepribadian yang terkenal untuk menjelaskan kepribadian individu, antara lain: teori psikoanalitik Sigmund Freud, teori analitik Carl Gustav Jung, teori psikologi sosial Adler, teori kepribadian Fromm, Horney dan Sullivan, Murray, teori Field. Kurt Lewin, Teori Psikologi Pribadi Allport, Teori Reaksi Stimulus Throndike, Hull, Watson, Teori Diri Carl Rogers, dll. Sedangkan Abin Shyamsuddin (2003) menyebutkan aspek kepribadian yang meliputi: 1. Karakter; Seperti apakah mereka konsisten dalam mengikuti perilaku etis atau konsisten dalam memegang suatu pendirian atau pendapat. 2. Suasana hati; Seperti sifat reaktif seseorang atau seberapa cepat ia merespons rangsangan lingkungan. 3. Sikap; Respon objek positif, negatif, atau ambigu. 4. Stabilitas mental; Tingkat kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan lingkungan. Mereka tampaknya mudah marah, sedih, atau kecewa. 5. Tanggung jawab (responsibility), kesediaan menerima resiko atas tindakan atau perbuatan yang dilakukan. Seperti secara alami bersedia mengambil risiko, mencuci tangan, atau menghindari paparan risiko. 6. Kemasyarakatan; Ciri-ciri pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal. Misalnya: ciri-ciri kepribadian terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. 40

Bimbingan Konseling Menurut Para Ahli

Bimbingan Konseling Menurut Para Ahli

———- Manajemen Konseling————————————– —— – ———- — ————————- Memahami perilaku layanan bimbingan dan konseling ditujukan untuk melayani individu (klien) dan upaya untuk berkembang. Dengan demikian, konselor harus mampu memahami dan mengembangkan setiap motif dan motivasi yang melatarbelakangi perilaku orang yang dilayaninya (klien). Selain itu, konselor harus mengidentifikasi aspek potensi yang unik dan menggunakannya sebagai modal untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup klien. Demikian pula, konselor mampu memberikan lingkungan yang paling kondusif bagi seluruh kliennya untuk mengembangkan potensi bawaannya. Dalam upayanya mengembangkan pembelajaran klien, konselor harus memahami aspek-aspek pembelajaran serta berbagai teori pembelajaran yang mendasarinya. Ketika mencoba mengembangkan persona klien, konselor perlu memahami kepribadian dan karakteristik kliennya. Oleh karena itu, setidaknya ada empat bidang psikologi yang harus dikuasai dengan baik agar konselor benar-benar menguasai landasan psikologi, yaitu psikologi umum, psikologi perkembangan, psikologi pendidikan atau psikologi pendidikan, dan psikologi kepribadian. E. Yayasan pendidikan identik dengan pendidikan bimbingan dan konseling. Artinya bila seseorang terlibat dalam bimbingan dan nasehat, berarti ia mendapat pendidikan. Landasan pendidikan layanan bimbingan dan konseling dilihat dari tiga aspek, yaitu: (a) pendidikan merupakan upaya pengembangan diri dan bimbingan merupakan salah satu bentuk kegiatan pendidikan; (b) pendidikan sebagai dasar proses bimbingan dan konseling; dan (c) pendidikan lanjutan sebagai tujuan utama layanan bimbingan dan konseling. Abu Bakar M. Luddin (2010: 29) menjelaskan bahwa pendidikan merupakan lembaga sosial yang bersifat universal dan berfungsi sebagai sarana reproduksi sosial. 1. Pendidikan Pendidikan sebagai upaya mengembangkan individu. Pendidikan merupakan upaya untuk memanusiakan manusia. Menurut 41, laki-laki hanya bisa menjadi laki-laki

Pengertian Bimbingan Dan Konseling Menurut Beberapa Ahli

——— Bimbingan Konseling ——- Hanya melalui pendidikan dengan kebutuhan budaya. Orang yang lahir tanpa pendidikan tidak dapat mengembangkan dimensi pribadi, sosialisasi, moralitas dan agama. Nomor tindakan. Keputusan Nomor 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha yang disengaja dan terencana untuk menciptakan lingkungan belajar dan proses pembelajaran yang didalamnya peserta didik secara aktif mengembangkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan dasar. keterampilan. . , masyarakat, bangsa dan negara. 2. Pendidikan merupakan dasar dari proses manajemen konsultasi. Mengembangkan proses pelatihan yang dilakukan oleh manajemen dan klien konsultasi. Bimbingan dan konseling merupakan suatu proses pembelajaran, belajar untuk lebih memahami diri sendiri, mengembangkan sudut pandang yang berbeda dan belajar untuk mewakili secara efektif. Selama konseling, klien mempelajari pengambilan keputusan, pemecahan masalah, perilaku, tindakan, dan keterampilan sikap baru. Dengan mempelajari hal ini, pelanggan mendapatkan hal-hal baru bagi mereka; Memperoleh barang baru hanya meningkatkan konsumen. 3. Pendidikan lanjutan sebagai tujuan utama bimbingan dan konseling. Tujuan bimbingan dan konseling adalah untuk mendukung proses pendidikan secara keseluruhan sekaligus meningkatkan tujuan akademik. Hal ini dapat dimaklumi karena program bimbingan dan konseling mencakup aspek upaya pengembangan pribadi peserta didik pada semua jenjang pendidikan dasar (dasar dan menengah) dan pendidikan menengah, khususnya kematangan akademik profesional, kematangan pribadi dan emosional, serta kematangan sosial. Hasil bimbingan dan konseling pada bidang-bidang ini umumnya mendukung prestasi akademik. Bagian dari proses pendampingan 42

——————– Bimbingan Konseling ——————– memberikan kontribusi terhadap keberhasilan proses belajar mengajar proses di sekolah. F. Landasan ilmiah dan teknis Jasa bimbingan dan konsultasi adalah kegiatan profesional yang mempunyai landasan ilmiah baik teori maupun praktek. Pengetahuan tentang bimbingan dan konseling disusun secara logis dan sistematis dengan menggunakan berbagai metode, seperti observasi, wawancara, analisis dokumen, prosedur tes, laporan penelitian, buku teks, dan tulisan ilmiah lainnya yang dituangkan dalam bentuk analisis laboratorium. Sejak awal munculnya gerakan bimbingan, layanan bimbingan dan konseling telah menekankan pentingnya penalaran, penalaran, penalaran, dan proses ilmiah terhadap lingkungan (McDaniel dalam Prayitno, 2015). Jasa bimbingan dan konsultasi merupakan kegiatan profesi yang mempunyai landasan ilmiah baik teori maupun praktek, serta pengembangan jasa tersebut secara berkelanjutan. 1. Ilmu Bimbingan dan Konseling Ilmu Bimbingan dan Konseling adalah berbagai ilmu pengetahuan tentang bimbingan dan konseling yang disusun secara logis dan sistematis. Seperti ilmu-ilmu lainnya, ilmu bimbingan dan konseling mempunyai subjek penelitian tersendiri, ruang lingkupnya meliputi metode transfer ilmu dan penyajiannya secara sistematis. Praktek Bimbingan dan Konseling merupakan pemberian upaya dukungan kepada individu pada empat fungsi layanan yaitu pemahaman, pencegahan, paliatif dan pemeliharaan/pengembangan. Beragam cara/metode dapat digunakan untuk memperjelas petunjuk dan pedoman, seperti observasi, wawancara, analisis dokumen (riwayat hidup, laporan kemajuan), metode membaca penelitian, buku teks, dan teks ilmiah lainnya yang berkaitan dengan topik yang dipelajari. Borang Bimbingan dan Konseling Ilmiah. 43

——————–Bimbingan Konseling ——————– 2. Bimbingan Pengenalan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lainnya dan Bimbingan dan Konseling dalam Konseling merupakan ilmu multidisiplin yaitu ilmu yang mengacu pada berbagai ilmu lainnya. Misalnya, statistik dan penilaian memberikan wawasan dan kebijakan. mengukur dan mengevaluasi karakteristik pribadi; Biologi memberikan pemahaman tentang kehidupan fisik individu. Hal ini penting dalam teori dan praktek bimbingan dan konseling. 3. Pengembangan bimbingan dan nasehat melalui penelitian. Perkembangan teori, perkembangan metode bimbingan dan konseling dapat terjadi melalui proses refleksi dan refleksi, namun merupakan perkembangan yang lebih lengkap dan teruji dalam praktik apabila refleksi dan refleksi juga turut diperhatikan. Hasil studi lapangan. Melalui penelitian terhadap teori dan praktik bimbingan dan konseling, kami menemukan bukti validitas/efektivitas dalam bidang ini. Penelitian yang berkelanjutan terhadap berbagai aspek terkait Inggris akan menjadikan layanan bimbingan dan konseling semakin baik. Bimbingan dan konseling merupakan ilmu yang “multidiferensial”. Banyak disiplin ilmu lain, seperti psikologi, ilmu pendidikan, statistika, evaluasi, biologi, filsafat, sosiologi, antropologi, ekonomi, manajemen, hukum, dan agama, telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan teori dan praktik bimbingan dan konseling. Banyak konsep dari disiplin ilmu ini telah diadopsi untuk memandu dan memajukan konseling baik dalam pengembangan teori maupun praktik. Pengembangan teori dan metode kepemimpinan dan konseling tidak hanya dikembangkan melalui pemikiran kritis para ahli, tetapi juga melalui berbagai jenis penelitian. Sejalan dengan perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi berbasis komputer, peran komputer dalam bimbingan dan konseling telah banyak berkembang sejak tahun 1980an. Menurut Gausel (Prayitno, 2015) terdapat 44 wilayah

——————– Pedoman ——————– Banyak orang yang menggunakan jasa komputer yaitu Career Guidance dan Bimbingan dan Nasihat Akademik. Moh Surya (2006) menyatakan bahwa dengan berkembangnya teknologi komputer, interaksi antara konsultan dengan orang yang dilayaninya (klien) tidak hanya dapat dilakukan secara tatap muka tetapi juga melalui hubungan virtual melalui internet. Formulir “Konsultasi Cyber”. Disebutkan juga bahwa perkembangan di bidang teknologi komunikasi memerlukan pelatihan dan orientasi konselor yang melek teknologi untuk bimbingan dan konseling. Selain landasan keilmuan dan teknis tersebut, peran konsultan juga termasuk menjadi ilmuwan, sebagaimana McDaniel (Prayitno, 2015) menyatakan bahwa konsultan adalah ilmuwan. Sebagai sarjana, konselor harus mampu mengembangkan pengetahuan dan teori tentang bimbingan dan konseling berdasarkan hasil pemikiran kritisnya dan melalui berbagai kegiatan penelitian. G. Kerangka Sosial Budaya Kerangka sosiokultural adalah kerangka yang memungkinkan konselor memahami dimensi sosial dan dimensi budaya yang mempengaruhi perilaku individu. Seseorang pada hakikatnya merupakan produk dari lingkungan sosial budaya dimana ia tinggal. Sejak lahir mengajarkan dan mengajarkan untuk mengembangkan model perilaku sesuai dengan kebutuhan sosial budaya orang disekitarnya. Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan sosial budaya menyebabkan kerusakan ekologis. Setiap individu mempunyai asal usul dan lingkungan sosial budaya yang berbeda-beda, sehingga menimbulkan perbedaan dalam perilaku dan proses pembentukan kepribadian individu tersebut. Apabila perbedaan sosio-kultural tersebut tidak “dijembatani”, bukan tidak mungkin terjadi konflik internal dan eksternal yang pada akhirnya dapat menghambat 45.

Hubungan Bimbingan Dan Konseling * Dosenmuslim.com

———- Bimbingan Konseling ——–Untuk proses perkembangan individu dan perilaku dalam kehidupan pribadi dan sosial orang yang bersangkutan. Selama proses konseling, terjadi interaksi antara konselor dan klien, misalnya.

Pengertian psikologi konseling menurut para ahli, konseling menurut para ahli, pengertian bimbingan karir menurut para ahli, pengertian bimbingan belajar menurut para ahli 2015, bimbingan menurut para ahli, definisi bimbingan dan konseling menurut para ahli, bimbingan belajar menurut para ahli, pengertian bimbingan konseling menurut para ahli, pengertian konseling menurut para ahli, pengertian bimbingan dan konseling menurut para ahli, bimbingan dan konseling menurut para ahli, definisi bimbingan menurut para ahli

Leave a Comment